Dr ....
Saya mungkin termasuk seorang istri yang kurang beruntung dalam kehidupan seks kami. Terus terang saja dok, saya jarang sekali mengalami kepuasan setiap kali melakukan senggama bersama suami. Ini karena sikap suami saya, yang entah karena egois atau memang ada kelainan, setiap kali melakukan hubungan seks, ia cepat sekali selesai.Saya belum apa-apa, atau baru mulai "panas", suami sudah langsung "tancap gas" dan terkesan terburu-buru.
Biasanya setelah puas, suami saya langsung tidur mendengkur. Tidak jarang, bahkan langsung membelakangi saya. Hal macam ini sudah berlangsung bertahun-tahun, dan biasanya saya hanya bisa tercenung melihat suami yang sudah terlelap. Akibatnya, saya sering melakukan onani. Beruntung, saya cukup terhibur dengan kehadiran tiga anak perempuan yang cantik-cantik. Kehadiran mereka membuat saya tetap mencintai suami saya.
Namun kalau mengingat kehidupan seks kami, saya jadi sedih dan sering uring-uringan sendiri.Bagaimana ini dok? Sebenarnya saya ingin sekali berkomunikasi dengan suami, tapi saya malu dan takut menyinggung perasaannya. Bukankah seorang istri tak pantas menuntut, apalagi menuntut soal yang "satu" itu? Memang, sejauh ini kami hidup berkecukupan karena suami termasuk orang yang terpandang dan sukses dalam karier di sebuah perusahaan dengan jabatan cukup tinggi pula.
NN, Jakarta Timur
Jawab:
Etika berhubungan seks yang hanya mementingkan diri sendiri dapat mengurangi kualitas hubungan seks dan keharmonisan. Seharusnya, baik suami maupun istri dapat saling memberikan rangsangan seksual yang cukup sehingga pasangan puas.
Seorang wanita membutuhkan waktu orgasme lebih lama dibanding pria. Oleh sebab itu, rangsangan-rangsangan pada daerah erogen (peka rangsang) harus diberikan sampai istri menjelang orgasme. Pada saat itu barulah tepat dilakukan penetrasi penis, sehingga orgasme dan ejakulasi dapat dicapai bersama-sama. Setelah dicapai orgasme, suami istri masih tetap melanjutkan rangsangan dan saling memeluk, saling mengucapkan terima kasih atas kenikmatan yang diberikan.
Itulah etika seksual yang umum dilakukan. Sebenarnya untuk mengkomunikasikan masalah seks pada suami, mudah saja selama suami dapat berpikiran bahwa hubungan seksual bertujuan untuk kepuasan bersama. Tak perlu takut, sampaikan saja pada saat yang tepat (di tempat tidur) dan cara yang tepat (dengan kata-kata yang lembut, tanpa menyalahkan). ***
Saya mungkin termasuk seorang istri yang kurang beruntung dalam kehidupan seks kami. Terus terang saja dok, saya jarang sekali mengalami kepuasan setiap kali melakukan senggama bersama suami. Ini karena sikap suami saya, yang entah karena egois atau memang ada kelainan, setiap kali melakukan hubungan seks, ia cepat sekali selesai.Saya belum apa-apa, atau baru mulai "panas", suami sudah langsung "tancap gas" dan terkesan terburu-buru.
Biasanya setelah puas, suami saya langsung tidur mendengkur. Tidak jarang, bahkan langsung membelakangi saya. Hal macam ini sudah berlangsung bertahun-tahun, dan biasanya saya hanya bisa tercenung melihat suami yang sudah terlelap. Akibatnya, saya sering melakukan onani. Beruntung, saya cukup terhibur dengan kehadiran tiga anak perempuan yang cantik-cantik. Kehadiran mereka membuat saya tetap mencintai suami saya.
Namun kalau mengingat kehidupan seks kami, saya jadi sedih dan sering uring-uringan sendiri.Bagaimana ini dok? Sebenarnya saya ingin sekali berkomunikasi dengan suami, tapi saya malu dan takut menyinggung perasaannya. Bukankah seorang istri tak pantas menuntut, apalagi menuntut soal yang "satu" itu? Memang, sejauh ini kami hidup berkecukupan karena suami termasuk orang yang terpandang dan sukses dalam karier di sebuah perusahaan dengan jabatan cukup tinggi pula.
NN, Jakarta Timur
Jawab:
Etika berhubungan seks yang hanya mementingkan diri sendiri dapat mengurangi kualitas hubungan seks dan keharmonisan. Seharusnya, baik suami maupun istri dapat saling memberikan rangsangan seksual yang cukup sehingga pasangan puas.
Seorang wanita membutuhkan waktu orgasme lebih lama dibanding pria. Oleh sebab itu, rangsangan-rangsangan pada daerah erogen (peka rangsang) harus diberikan sampai istri menjelang orgasme. Pada saat itu barulah tepat dilakukan penetrasi penis, sehingga orgasme dan ejakulasi dapat dicapai bersama-sama. Setelah dicapai orgasme, suami istri masih tetap melanjutkan rangsangan dan saling memeluk, saling mengucapkan terima kasih atas kenikmatan yang diberikan.
Itulah etika seksual yang umum dilakukan. Sebenarnya untuk mengkomunikasikan masalah seks pada suami, mudah saja selama suami dapat berpikiran bahwa hubungan seksual bertujuan untuk kepuasan bersama. Tak perlu takut, sampaikan saja pada saat yang tepat (di tempat tidur) dan cara yang tepat (dengan kata-kata yang lembut, tanpa menyalahkan). ***
Artikel Terkait:
Video Seksualitas Suami Istri
Video Seksualitas Latihan Terapi Sex untuk Kontrol Ejakulas1 yang lebih Baik..., Berikut Video Panduan Full Kamasutra The Lovers Sex Guide...!
Mau Tahu Metode Rahasia Cara memperbesar Payudara Secara Alami ? Solusi Perawatan Payudara tampil semakin Indah, Padat dan "Menarik" ...! Dipandu dengan Video Latihan..., Simak Juga Video Panduan Baga
Video Seksualitas Latihan Terapi Sex untuk Kontrol Ejakulas1 yang lebih Baik..., Berikut Video Panduan Full Kamasutra The Lovers Sex Guide...!
DUNIA WANITA
Mau Tahu Metode Rahasia Cara memperbesar Payudara Secara Alami ? Solusi Perawatan Payudara tampil semakin Indah, Padat dan "Menarik" ...! Dipandu dengan Video Latihan..., Simak Juga Video Panduan Baga
Keywords dari search engine ke artikel Penyebab Wanita Susah Orgasme:
penyebab wanita susah orgasme penyebab, wanita, susah, orgasmewanita orgasme, mengapa wanita susah orgasme, penyebab susah orgasme



Berbagai mitos mengenai orgasme perempuan selalu menarik untuk diperbincangkan. namun kebenaran mitos itu selalu menjadi pernyataan. mau tahu mana mitos yang benar?
19 May 2012
18 May 2012
17 May 2012
16 May 2012
15 May 2012
14 May 2012
13 May 2012
12 May 2012
11 May 2012
10 May 2012